Prometheus Pinball

Afrizal Malna

305 pages, 2020, Indonesian

“Arsip tak punya usia. Selalu kelihatan baru atau memperbarui masa kini kita. Arsip adalah kunang-kunang untuk kegelapan ingatan. Cahayanya membuka jendela antara ingatan dan lupa. Membuat rambu-rambu baru untuk kita mengalami sesuatu sebagai memori bersama. Jalan di mana ingatan-ingatan personal beririsan dalam bayangan yang disinari memori kolektif. Arsip sebagai nakhoda dalam kegelapan biografis, mencari daratan-daratan yang bisa disinggahi. Arsip merupakan ekosistem untuk memori.” Afrizal Malna: catatan dari mesin pinball.

Prometheus Pinball adalah museum kenangan terbuka. Sebagian kesaksian pada keberlaluan waktu dalam siklus rumitnya, dan sebagian buku kliping disusun dari potongan-potongan arsip bercampur-aduk dengan ingatan. Sebuah “upacara dalam lingkaran asap obat nyamuk.” Jejak-jejak peristiwa, perasaan, dan mata rantainya sudah diperbesar, diselidiki, dipertanyakan, dan disusun ulang dalam bentuk tak terduga yang lentur untuk dipikirkan. Buku baru Afrizal Malna ini bisa disebut sebagai otopuisi atau puibiografi […] Afrizal menghubungkan titik-titik kehidupan pribadi dengan data-data sejarah menjadi bentuk puisi di mana yang muskil dan yang gamblang tak dapat dibedakan lagi. Semacam monumen peringatan rapuh dari “kota ina inu.” Semacam upaya untuk “mencari asal-usul bersama dari kisah yang jatuh/danberdiri lagi, dan jatuh lagi – masuk, keluar/dan masuk lagi.” (Daniel Owen, penyair, penerjemah, New York-Yogya)

EUR 18 / IDR 250,000

 

International order please send e-mail to
storereadingsideway@gmail.com

International order please send e-mail to
storereadingsideway@gmail.com

On the shelf