Saya pernah membaca puisi Afrizal Malna di beberapa kesempatan, bahkan pernah juga sekali melihatnya membacakan puisi hasil residensinya di Tubaba empat tahun lalu. Mbeling, tetapi liris. Bahkan baru-baru ini, sebuah meme sastra menggambarkan karya Afrizal sebagai “anak haram” dari puisi liris dan puisi karya Sutardji Calzoum Bachri. Saya bisa bilang, Afrizal dalam kumpulan puisi ini terasa […]